TENTANG KAMI

Young Queer Faith and Sexuality Camp merupakan sebuah kemah pemuda tingkat nasional di Indonesia yang diinisiasi oleh YIFoS (Youth Interfaith Forum on Sexuality). Kegiatan ini diselenggarakan pertama kali pada tanggal 10 sampai 14 April 2012 dalam rangka menciptakan ruang dialog antara anak muda yang berasal dari komunitas iman dengan anak muda yang berasal dari komunitas LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, Interseks dan Queer). Interaksi kedua kelompok ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun pengertian, saling berbagi pengalaman, membongkar stereotipe dan stigma, memahami bagaimana sistem relasi kuasa beroperasi, mendorong munculnya gerakan pemuda yang menyuarakan keragaman iman dan seksualitas ketika kembali ke komunitasnya, maupun ke lingkungan masyarakat yang lebih luas͵ serta menjadikan keragaman iman dan seksualitas sebagai bagian dari aspek yang tidak bisa terpisahkan dari pembangunan dan pemenuhan hak asasi manusia, baik ekonomi, sosial, budaya, sipil dan politik.

Setelah sukses dengan YQFS Camp pertama, tahun 2013 YIFoS bekerjasama dengan AWRC (Asian Women’s Resource Centre for Culture and Theology) dan LBH-APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Jakarta dengan bangga kembali mempersembahkan “2nd Young Queer Faith and Sexuality Camp: Dialogkan Tubuhmu, Ciptakan Sejarahmu”

Committee

Yulia Dwi Andriyanti, Koordinator YQFS Camp 2013. Perempuan ini akrab dipanggil Edith. Tertarik dengan topik seksualitas, budaya, identitas, gerakan sosial, HAM dan pemikiran posmo. Percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman adalah sama-sama berarti. Seorang fishy-vegan dan entrepreneur norma. Senang untuk berinteraksi dan berbagi cerita dengan orang-orang yang berbeda subkultur. Queer(in) life! Menjadi kredo inspirasi dalam menjalani kesehariannya.

Pinasti Almi Kusuma, Bendahara YQFS Camp 2013. Pines, panggilan akrabnya, pada periode 2012 – 2014 ini dipercaya juga sebagai Bendahara Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS)

Masyrifah Khatib, Tim Acara YQFS Camp 2013. Perempuan yang akrab dipanggil Ipeh sudah merasakan ke-seru-an Young Queer Faith and Sexuality Camp. Ipeh adalah satu dari sekian banyak peserta di kemah yang pertama.

Kanina Sistha Sekar Tanjung, Tim Venue, Akomodasi dan Perlengkapan. Perempuan ini akrab dipanggil Tata menganut kepercayaan. Saat ini, Tata juga disibukan dengan kerjaannya. Mau tahu tentang Tata, silahkan cek account facebooknya di Kanina Sistha Sekar Tanjung/Auriel Andromeda ATAU mention ke @KaninaSistha ATAU kirim e-mail ke kanina.sistha@gmail.com

Adelvia Rouli Pangaribuan, Tim Media, Humas, Publikasi dan Dokumentasi. Perempuan yang biasa dipanggil Adel ini sekarang baru berusia 19 tahun. Ia  mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia Jakarta (STT Jakarta) semester 5.  Selain menjadi mahasiswi, ia memiliki kesibukan untuk melayani di beberapa gereja. Ia sangat tertarik dan sangat menyukai keberagaman. Menurutnya, kehidupan akan semakin indah dengan keberagaman dalam diri setiap orang. Ia merasa sangat beruntung dapat belajar isu-isu keberagaman khususnya tentang LGBTIQ di STT Jakarta. Ia memiliki hobi online, baca, dan denger musik. Teman-teman dapat menyapanya lewat twitter di @adelviaaroulii ATAU via facebook di Adelvia Rouli Pangaribuan.

Bakhtiar Dwi Yunika, Tim Registrasi dan Seleksi Peserta. Lelaki ini akrab dipanggil Tiar. Ia merupakan alumni YQFS Camp 2012. Pernah menjadi volunteer untuk Divisi Gay dan Laki-laki Pekerja Seks PKBI DIY (2009-2011) dan Q! Film Festival Yogyakarta (2009 dan 2010). Sekarang tercatat sebagai anggota PLU Satu hati. Tertarik dengan isu anak dan remaja LGBT; gender queer; dan pendidikan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing/bahasa kedua.

PEER FACILITATORS

Rendi Hariwijaya, tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya. Enam tahun berkarir di dunia jurnalistik. pernah, menjabat sebagai pemimpin redaksi LPM Media Sriwijaya. saat ini tercatat pula sebagai wartawan Tribun Sumsel. Sumbangsihnya di bidang pendidikan hukum mendapuk dirinya sebagai peneliti muda Pusat Kajian Hukum dan HAM di Unsri. Pernah terlibat dalam beberapa aktifitas kemasyarakat, seperti konsultasi hukum dan bantuan hukum bagi masyarakat pedesaan.

Rahmat Sah Saragih (Gomat). Umurnya 20 tahun. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, semester 5. Selain menjadi mahasiswa, ia juga aktif sebagai Koordinator Isu Hak Keseatan Seksual dan Reproduksi di Aliansi Remaja Independen (ARI) dan media officer di GWLmuda. Ia memiliki ketertarikan yang mendalam pada isu bullying dan seksualitas. Pada tahun 2012, bersama teman-temannya, pernah mengadakan serangkaian workshop anti-bullying ke sekolah-sekolah dengan nama “Hari Bebas Bully”. Gomat punya banyak Quote favorite, tapi yang paling ia suka adalah: “Manusia yang tidak berani merdeka adalah manusia yang tidak berani bertanggung jawab.” — Goenawan Mohamad.”

Rizky Ashar Murdiono (Ekky), 20 tahun. Mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya Fakultas PTIIK Jurusan Teknik Informatika. Selain berkuliah, Ekky juga aktif dalam kegiatan kepemudaan di local, regional, maupun nasional. Bergabung dengan KOJIGEMA (komunitas kajian gender malang) untuk memberikan pemahaman seputar seksualitas kepada komunitas maupun masyarakat yang ada di kota Malang. Ekky juga menjadi salah satu youth advisory panel UNFPA. Sering melakukan kegiatan kepemudaan yang berfokus dengan isu disabilitas, seksualitas, gender, kesehatan reproduksi, dan LGBTIQ. Ekky pernah mengikuti kegiatan YIFOS sebelumnnya. Menurut dia, “Saya adalah seorang queer dan saya bangga menjadi diri saya sendiri. Manusia tidak dilahirkan untuk menyerah.”

Royyan Firdaus (Roy). Kini masih menjadi mahasiswa filsafat dan agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kehidupan sehari-harinya bergelut di forum-forum kurcaci yang membahas agama, filsafat, sosial dan politik.Ia aktif di centre for the study of philosophy and culture –CSPC. Berangkat dari diskusi-diskusi yang seksi itu, ia aktif dalam kegiatan seputar isu-isu tersebut. Meski nilai mata kuliahnya bobrok, ia selalu sabar menerimanya. Lantaran, raungkan tangis korban diskriminasi agama, seksualitas, dan ekonomi lebih membuat bulu kuduk merinding, daripada membuat makalah dan memacu IPK. Dalam memanjangkan masa aktif hidupnya ia gemar menulis di media –koran lokal. Sembari untuk mempublish ide-ide yang tiap kali bergejolak ketika melihat ketimpangan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Barangkali masih kepo bisa hubungi ke royansleketep@gmail.com

Adiningtyas Prima Yulianti (Dining) Saat ini beraktifitas sebagai wiraswasta di bidang pendidikan dan kuliner di Pati. Selain itu, masih aktif di organisasi Aliansi Remaja Independen, dan sedang beraktivitas menjalankan program penanggulangan HIV AIDS di Pati. Perempuan ini mempunyai hobi membaca, diskusi dan browsing internet. Bidang yang paling digemari untuk dipelajari adalah Seksualitas, Advokasi dan Entrepreneurship. Jika ingin berkenalan lebih jauh dengan Dining langsung saja kirim e-mail ke adiningtyas.prima@gmail.com ATAU kontak facebooknya dengan mengetikan myname_dining@yahoo.com ATAU bisa mention ke @Adiningtyas

Advertisements

2 Responses to TENTANG KAMI

  1. andreas says:

    Mau ikutttt lagi, tapi bentrok dengan jadwal kerja. semangat teman2. GBU 🙂

    • yqueerfscamp says:

      Hi Andreas,

      terima kasih atas supportnya Andreas 🙂
      sayang sekali tidak bisa berpartisipasi lagi di kemah, mungkin bisa diajak teman-teman muda lainnya yang mau belajar tentang keberagaman identitas iman dan seksualitas.

      salam keberagaman,
      Panitia 2nd YQFSCamp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s