Nu Flavor, Nu Theme : 2nd Young Queer Faith and Sexuality Camp

Hi Peacemaker!!!

Masih ingat dengan Young Queer Faith and Sexuality Camp yang diselenggarakan April 2012 lalu di Yogyakarta? Kalau udah mulai lupa lupa ingat, boleh loh akses lagi postingan-postinga di 1st Young Queer Faith and Sexuality Camp terkait dengan pelaksanaan Young Queer Faith and Sexuality Camp. Salah satu kegiatan dari Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih baik terkait dengan keberagaman identitas yang dimiliki oleh setiap orang, termasuk identitas iman dan identitas seksualnya lewat diskusi, games interakasi, meditasi, serta refleksi. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para peacemaker di seluruh Indonesia, terbukti dari ada peserta yang berasal dari luar pulau Jawa (terima kasih yaaa :))

Nah, seperti yang peacemaker sudah ketahui bahwa di blog YIFoS di ahir september 2012 lalu, bahwa YIFoS telah membuka pendaftaran untuk para peacemaker menjadi committee untuk mempersiapkan pelaksanaan kemah di tahun 2013 (yeaaay!!!!!) Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya disepakatilah tema kemah tahun 2013, yakni

2ND YOUNG QUEER FAITH AND SEXUALITY CAMP
“Dialogkan Tubuhmu, Ciptakan Sejarahmu” 

Tubuh menjadi bagian yang sebenarnya paling dekat dengan diri kita; menemani diri kita dalam bertumbuh. Namun pada saat yang sama, tubuh juga menjadi situs perebutan berbagai norma dan nilai yang kita cerap dari lingkungan sekitar kita, mulai dari keluarga͵ masyarakat͵ institusi pendidikan, institusi agama termasuk negara. Salah satu konsekuensinya adalah seringkali kita membiarkan tubuh kita menyerah pada nilai-nilai tersebut yang membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri.

Mendialogkan tubuh membuat kita menyadari bahwa kita memiliki tanggungjawab dan otoritas terhadap diri kita. Mendialogkan tubuh membuat kita menghargai berbagai keragaman yang dimiliki oleh setiap diri. Mendialogkan tubuh mendorong kita untuk menyikapi berbagai relasi kuasa yang terjadi di lingkungan sekitar kita yang membuat ketimpangan akses dan pemenuhan hak antara mayoritas dan minoritas. Hingga pada akhirnya, mendialogkan tubuh menjadi titik balik bagi kita untuk menciptakan sejarah kita sendiri; merebut ruang yang selama ini diabaikan dan tidak pernah disebut sebelumnya.

Jadi, sudah siapkah kamu?

mendialogkan tubuh, menghargai keberagaman dan menciptakan sejarah…

[dialogkan tubuhmu . ciptakan sejarahmu]
05.04.2013

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s